Arts and Culture

19 Oct

Seni Lukis Modern Bali Berkembang Cepat
Para Pelukis Bali Kehilangan Arah?

Eksistensi ajang kesenilukisan yang dipamerkan di beberapa tempat di Bali, seperti pameran-pameran yang telah diadakan sebelum dan sesudah pameran Widayat di Hotel Bali Padma Kuta, pameran di Museum Arma di Pengosekan Ubud dalam rangka memperebutkan trofi Super Art yang diselenggarakan oleh PT Indofood Sukses Makmur Tbk, sampai pameran dalam rangka Ujian Sarjana Seni (S1) Jurusan Seni Rupa tahun akademik 2002/2003 di STSI Denpasar, penuh semangat, kreatif dalam perkembangan ide-ide baru. Ajang pameran seni lukis modern tersebut, juga penuh dengan dinamika yang lahir berdasarkan kemampuan si seniman untuk mengolah dan mengembangkan objek-objek yang terdapat di sekitarnya.

MELALUI beberapa pameran yang telah diselenggarakan di Bali, baik oleh seniman asing maupun lokal, membuat seni lukis modern di Bali menjadi lebih populer, ngetrend, dibandingkan dengan seni lukis sebelumnya seperti seni lukis klasik dan seni lukis tradisional.

Seni lukis modern yang populer (trend) di masyarakat berubah dan berkembang dengan cepat. Hal ini seiring dengan lingkungan kehidupan manusia modern, perkembangan teknologi dan hasil dari kreativitas senimannya. Seni modern sebagai lawan dari seni tradisional tidak terbatas oleh objek-objek maupun gaya tertentu, tetapi seni modern tetap ditentukan oleh sikap batin senimannya.

Kalangan seniman, pendidik seni, budayawan dan masyarakat Bali khususnya, pada masa kini tetap mengikuti arus perkembangan dan peningkatan seni lukis modern di Indonesia. Perkembangan dan peningkatan seni lukis modern tersebut tidak terbatas pada gaya seni saja, tapi pada nilai estetik, nilai spiritual dan sebagainya.

Wujud-wujud karya yang telah dipamerkan tetap berpedoman pada karakter objek-objek alam, akar-akar atau nilai-nilai seni tradisi dan beberapa unsur teknologi tetap menjadi tema-tema yang menarik untuk diangkat oleh si seniman ke dalam seni atau bahasa visual. Pengolahan dari objek-objek real yang telah diamati oleh seniman-seniman Bali, baik dari kalangan akademis maupun nonakademis, merupakan pengembangan ide-ide baru dalam pertumbuhan dan perkembangan seni lukis modern di Indonesia.

Realitas yang terjadi di lingkungan kalangan seniman sendiri dijadikan objek dan tema utama dalam penciptaan karya seni lukis modern. Wujud karya tersebut juga berdasarkan pada penglihatan, penghayatan dan pemahaman objek yang diamati, kemudian diinterpretasikan dalam bentuk-bentuk yang imajinatif dan dikembangkan sesuai dengan pikiran, perasaan dan penuangan ide si seniman sendiri. Pemahaman terhadap objek tidak diungkapkan mentah-mentah, tapi diolah sesuai dengan imajinasi si seniman, sehingga mutu karya seninya memiliki nilai (filosofi, estetika, makna) dan identitas pribadi.

Konsep Karya
Namun, di sisi lain, pesatnya pertumbuhan seni lukis modern di Bali, membuat kalangan pelukis-pelukis Bali kehilangan arah, terutama dalam segi konsep karya seni lukis modern. Ada sedikit permasalahan yang sering muncul dalam seni lukis modern Bali, yakni di mana konsep karya seni lukis modern seniman-seniman Bali? Permasalahan ini muncul pada waktu mereka menyelenggarakan pameran yang telah diadakan di beberapa tempat seperti museum atau galeri.

Umumnya, pelukis-pelukis Bali dalam suatu pameran “malas” untuk membuat dan jarang menerapkan konsep karyanya pada katalog pameran. Di sisi lain, di dalam katalog pameran umumnya penulis juga hanya menjabarkan sedikit latar belakang pelukisnya, tema pameran, dan tanpa disertai dengan konsep karya seni lukis masing-masing seniman secara mendalam. Hal ini terjadi pada pameran perorangan maupun pameran berkelompok.

Berdasarkan konteks ini, maka pemahaman pada karya seni lukis modern — dari mulai tumbuhnya seni lukis modern sampai saat ini — secara umum masih rancu, sangat sulit untuk dimengerti dan dipahami oleh kalangan masyarakat luas. Pemahaman pada karya seni lukis modern terbatas pada masyarakat tertentu saja seperti kalangan seniman, pendidik seni, kritikus seni dan budayawan yang sering berkecimpung di dunia seni lukis modern.

Ortega Y. Gasset mengemukakan secara tegas, bahwa setiap karya seni rupa modern serta-merta menimbulkan efek kebingungan pada khalayak ramai. Kebingungan ini menyebabkan masyarakat masih bertanya-tanya maksud dari karya seni lukis modern tersebut. Apalagi pada masa kini, banyak bermunculan aliran-aliran baru dalam kesenilukisan, dan pelukis sendiri berlomba-lomba untuk menunjukkan dan memamerkan hasil kreativitasnya secara individual maupun berkelompok, untuk diperlihatkan di hadapan masyarakat atau publik.

Akan tetapi, masyarakat atau publik kadang-kadang ada yang mengerti dan memahami maksud lukisan yang dipamerkan, sebaliknya ada pula yang sama sekali tidak mengerti maksud seni lukis modern tersebut. Dan apabila pelukis ditanya mengenai karyanya — terutama pelukis yang tidak memiliki konsep yang jelas, akan menjadi kelabakan atau kebingungan untuk mengomentari hasl kreativitasnya di hadapan publik. Hal ini banyak pula terjadi pada seniman akademis Bali yang sebelumnya sudah diasah pola pikir dan kemampuannya di perguruan tinggi.

Pelukis sebagai bagian satu kesatuan dengan masyarakat, dalam suatu pameran sudah seharusnya memacu pola pikir mereka dengan konsep karya seni yang sejelas-jelasnya, sehingga masyarakat awam dapat berdialog atau berkomunikasi langsung dengan karya seni lukis modern yang telah diamati oleh pengamat sendiri. Di samping itu, dengan konsep karya seni yang jelas akan mempermudah si pengamat seni atau masyarakat awam untuk memahami, mengerti, terkesan, menarik untuk dilihat, diamati, dan perasaan pengamat akan merasa tersentuh pada karya seni lukis modern yang dibuat oleh masing-masing seniman, sehingga seni lukis modern Bali di kalangan masyarakat luas tidak mengalami kerancuan.
* Made Bambang Oka S, MSn.

Sumber:

http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2003/6/1/g4.html

Advertisements
%d bloggers like this: