Istilah dan pemaknaan estetika

26 Nov

KONSEP ESTETIKA

Istilah dan pemaknaan estetika

Di tinjau dari perspektif historis sampai masa kini dalam  karya seni mengenal sebuah kata estetika atau estetik. Kata estetika yang sangat popular di dunia seni telah muncul sejak masa peradaban Yunani Kuno. Pada masa peradaban Yunani Kuno, kata estetika pada awal mulanya dipakai oleh bangsa Yunani atas dasar kesadaran mereka terhadap keindahan. Bahwa segala peristiwa alam semesta mengandung suatu tata aturan tertentu, seperti ukuran dan proporsi yang dimiliki masing-masing wujud.

Dalam peradaban Yunani tersebut dikenal dengan istilah etimologi, semantic, aisthetika dan aesthesis. Istilah etimologi dan aisthetika megandung makna yang sama yakni hal-hal yang dapat diserap oleh panca indera, istilah aisthesis diartikan sebagai pencerapan indrawi, dan istilah semantik diartikan sebagai ilmu pengetahuan Inderawi yang tujuannya adalah keindahan. Dari empat istilah di atas, dua istilah di antaranya yakni: aisthetika dan aesthesis mulai dipopulerkan dan dikembangkan oleh filsof Jerman, yakni Alexander Gottlieb Baumgarten (1714-1762). Alexander Gottlieb Baumgarten mengembangkan kedua istilah (aisthetika dan aesthesis) menjadi ilmu tentang keindahan. Tujuannya adalah untuk membedakan pengetahuan intelektual dan pengetahuan inderawi.

Istilah-istilah di atas dipakai sebelum munculnya kata estetika. Dalam dunia seni, istilah estetika tersebut dapat diartikan berbagai-macam pengertian yang disesuaikan dengan konteksnya. Misalnya estetika dalam karya seni rupa akan berbeda pengertiannya dengan seni tari/seni pertunjukan, estetika dalam seni musik akan berbeda pengertiannya dengan seni perfilman. Begitu pula dengan karya seni lainnya. Perbedaan pengertian estetika tersebut disebabkan dari segi penggunaan medium yang dipakai dari masing-masing karya seni. Dari medium itu muncul keindahan yang dicerap oleh panca indera.

Meninjau pengertian estetika secara umum adalah sama, yakni hal-hal yang mempelajari tentang keindahan. Keindahan yang dianggap sebagai objek utama terdapat pada gejala-gejala alam dan karya-karya seni. Keindahan pada alam terletak pada indahnya pemandangan alam, indahnya gerakan alam dan binatang, indahnya terbit-terbenamnya matahari maupun bulan, indahnya suasana pantai, indahnya bentuk dan warna bunga-bunga yang mekar dan sebagainya. Sementara keindahan pada karya seni terletak pada proses kreatif, ide-ide, filosofinya, elemen-elemen dan medium yang diterapkan dalam karya seni.

Pengertian estetika secara khusus dapat disimak dari berbagai difinisi yang berbeda-beda yang dikemukakan oleh para filsof atau ahli estetika, seperti difinisi estetika dari Plato bahwa segala sesuatu adalah indah. Kemudian indah keluar dari kebenaran yang disaksikan, Aristoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang selain baik juga menyenangkan, dll.

Untuk mengerti dan memahami lebih dalam tentang estetika alam amaupun karya seni, maka dalam bidang estetika ada empat manfaat mempelajari estetika yaitu: pertama memperdalam pengertian tentang nilai rasa indah. Kedua memperluas pengetahuan. Ketiga memperkokoh rasa cinta kepada kesenian dan kebudayaan, dan keempat memupuk kehalusan rasa, memantapkan kemampuan untuk penilaian karya seni, dan mengembangkan apresiasi seni di dalam masyarakat.

 

I Made Bambang Oka Sudira, M.Sn

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: